KKN 66 UNEJ Rencanakan Inovasi Pembelajaran Dengan Media Daring

Zainal Hasan |

Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu kabupaten di kawasan Madura yang terletak di perlintasan jalur  jaringan  jalan  Sampang-Sumenep.  Luas  wilayah  Kabupaten  Pamekasan  79.230  Ha,  terdiri  dari  13  Kecamatan  dan  189  Desa.   Kecamatan  Pamekasan sebagai Ibukota Kabupaten memiliki luas wilayah terkecil yaitu dengan luas 2.647 Ha atau sekitar 3,34 % dari seluruh wilayah.  Secara  garis  besar  wilayah  Kabupaten  Pamekasan  terdiri  dari  dataran  rendah  pada  bagian  selatan dan dataran tinggi di wilayah tengah dan utara dengan kemiringan lahan tidak lebih rendah dari 2 %. Secara astronomis Kabupaten Pamekasan berada pada 60 51’ – 70 31’ LS dan 1130 19’ – 1130 58’ BT. Kecamatan Pademawu mempunyai kuliner yang sangat terkenal yaitu “campor lorjuk” dan rujak cingur serta memiliki satu pantai yaitu pantai Jumiang.


Karena adanya pandemi COVID-19 yang merupakan krisis kesehatan pertama dan terutama didunia. Maka, dikeluarkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 24 Maret 2020 yang mengatur pelaksanaan pendidikan pada masa darurat penyebaran corona virus kemudian ditetapkanlah kebijakan “Belajar di Rumah”. Kebijakan “Belajar di Rumah” tersebut merupakan langkah yang tepat untuk menekan penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. Implementasi proses pembelajaran di rumah sangat beragam di lapangan. Transformasi cara pembelajaran untuk tetap mengikuti alur agar proses belajar dapat terus berlangsung salah satunya dengan pilihan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran daring. Namun, penggunaan teknologi juga memiliki beberapa faktor yang dapat menghambat terlaksananya efektivitas pembelajaran daring tersebut.


Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu dosen universitas swasta di Pamekasan, diketahui bahwa kendala utama dari proses perkuliahan adalah akses internet yang kurang memadai sehingga dosen hanya dapat memberikan tugas dan ujian melalui grup WhatsApp. Alhasil, kegiatan perkuliahan menjadi sedikit kurang efisien karena dosen harus memiliki banyak sekali grup yang membuat perubahan materi sedikit mengharuskan dosen untuk memperbarui semua materi ke tiap grup.


Karena adanya permasalahan tersebut, penulis melalui kegiatan KKN Back to Village tertantang untuk memberikan inovasi media pembelajaran yang dapat mendukung kelancaran dosen dan mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan dengan kondisi fasilitas atau sarana prasarana belum cukup memadai. KKN Back to Village ini akan dilaksanakan selama 45 hari dari tanggal 1 Juli 2020-14 Agustus 2020. Penulis merencanakan suatu program kerja dengan sasaran salah satu dosen di universitas swasta untuk membantu mewujudkan kegiatan perkuliahan yang lebih efektif dengan memanfaatkan teknologi.


(Zainal Hasan/KKN 66/Pamekasan/Illia Seldon M, S.E., M.P.)