KKN 66 UNEJ Terapkan Teknologi Untuk Dukung Pembelajaran Daring

Zainal Hasan |

Desa Pademawu Barat merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Pademawu, kabupaten Pamekasan. Secara geografis Desa Pademawu Barat terletak pada posisi 7°21'-7°31' Lintang Selatan dan 110°10'-111°40' Bujur Timur. Desa Pademawu Barat berada di wilayah administrasi Kabupaten Pamekasan dengan luas wilayah 7.490 Ha. Di desa Pademawu Barat terdapat cukup banyak guru dan dosen yang mengajar di sekolah dan universitas setempat.

Di masa pandemi ini, masyarakat benar-benar cukup direpotkan di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan proses belajar-mengajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka, terpaksa harus dilakukan secara daring. Hal ini terjadi sejak dikeluarkannya kebijakan untuk melakukan pembelajaran daring di rumah masing-masing yang bertujuan untuk memutus tali penyebaran Covid-19. Perlu disadari bahwa ketidaksiapan guru dan siswa terhadap pembelajaran daring juga menjadi masalah. Beberapa guru di sekolah mengaku jika pembelajaran daring ini tidak seefektif kegiatan pembelajaran konvensional, selain itu materi yang disampaikan secara daring belum tentu bisa dipahami oleh siswa. Guru juga beradaptasi dengan perubahan ini, guru juga dipaksa belajar teknologi baru dengan berbagai media pembelajaran dan tak sedikit tenaga pengajar yang mengalami kebingungan dalam model pembelajaran yang akan disampaikan nantinya.

Pada minggu kedua dan ketiga, saya dan teman-teman mulai memberikan pengenalan dan pelatihan dasar karena sebagian besar dari mereka belum memiliki pengetahuan tentang teknologi khususnya di media pembelajaran online. Pelatihan pada minggu kedua diberikan ke para guru di SMPN 1 Pademawu dengan materi pengenalan Zoom dan Google Classroom. Kemudian, pada minggu ketiga pelatihan diberikan ke dosen dari salah satu universitas swasta di Pamekasan dengan materi Aplikasi Zoom dan Google Classroom. Pada minggu keempat dilakukan pendampingan sasaran mengimplementasikan Google Classroom namun dikarenakan kendala koneksi dan banyaknya orang tua siswa yang belum memiliki smartphone, maka dilakukan pendampingan pembelajaran di rumah ketua RT setempat bagi siswa yang tidak memiliki smartphone.

Pada minggu kelima masih dengan memberikan pendampingan serta membuat face shield untuk memenuhi kebutuhan di balai desa. Dalam proses pembuatan face shield ini, saya juga berkoordinasi dengan beberapa teman-teman KKN UNEJ dari kelompok lain. Pada minggu keenam, saya dan teman-teman melakukan wawancara ke beberapa guru dan juga siswa terkait penggunaan beberapa aplikasi dan manfaatnya.

“Saya sangat bersyukur ada bantuan dari adik-adik dari KKN UNEJ yang sudah membantu mendampingi siswa sekolah kami dalam belajar menggunakan teknologi, sehingga saya tidak lagi hanya memanfaatkan WhatsApp saja untuk menyampaikan materi”, ujar Bu Lilik selaku Kepala SDN 4 Pademawu barat, Pamekasan. Selain itu Pak Zainuddin selaku Ketua RT Dusun Kretek, Desa Pademawu Barat juga mengungkapkan bahwasanya kegiatan KKN ini sangat bermanfaat untuk memberikan wawasan lebih utamanya dalam hal teknologi. Tak hanya itu, bapak Zainuddin juga mengungkapkan bagusnya inovasi dari pihak Universitas Jember dengan mengadakan KKN Mandiri di kala pandemi saat ini.

Dengan diadakannya Kuliah Kerja Nyata Back to Village Universitas Jember membuat saya dapat mengenal lebih dalam mengenai pembelajaran dan pendidikan terutama guru di daerah saya yaitu Pamekasan. Saya mengerti bahwa kegiatan pembelajaran daring saat ini cukup sulit untuk semua aspek terutama guru. Oleh karena itu saya berharap kepada tenaga pengajar khususnya guru dan Dosen di Pamekasan agar tetap semangat dan dapat memaksimalkan pembelajaran dengan teknologi yang lebih efektif dan inovatif.

(Zainal Hasan/Fakultas Ilmu Komputer/KKN66/Kabupaten Pamekasan/Illia Seldon, S.E, M.P)